Retret / Rekoleksi saat Prapaskah


Salib abu di dahi sebagai lambang pertobatan y...

Salib abu di dahi sebagai lambang pertobatan yang diterima pada hari Rabu Abu mengawali masa Prapaskah. (Photo credit: Wikipedia)

Indah dan sungguh indah. Ini yang saya bayangkan tatkala menyaksikan dan melihat serta turut mengalami dalam retret ataupun rekoleksi di masa Prapaskah. Indahnya terletak karena kita dibawa kepada suatau pertobatan sejati. Pertobatan yang terjadi karena perjumpaan kasih mesra dengan Allah. Dia yang mengasihi lewat Putera-Nya, Yesus Kristus, Tuhan benar-benar dapat dialami dalam retret dan rekoleksi itu.

Demikianlah, kadang kita lebih mudah memberi arti bahwa pertobatan itu merupakan perubahan dari yang tidak baik menjadi baik atau yang baik menjadi lebih baik. Kalau sekedar itu, maka pertobatan itu tak jauh beda dengan lainnya. Kita beriman dan percaya kepada Kristus Yesus, Putera Allah yang rela menderita sengsara, wafat disalib dan bangkit mulia. Maka adalah lebih baik dan tepat, jika pertobatan kita itu karena pengalaman perjumpaan kita dengan-Nya. Karena begitu besar kasih-Nya kepada kita, demikian pulalah kita hendak mengasihi-Nya lebih dalam lagi.

Retret atau rekoleksi membantu kita mengalami kasih Allah itu. Sehingga, bila retret dan rekoleksi dilaksanakan pada masa Prapaskah, sungguh merupakan saat yang indah dan sungguh indah.

GBU.

Enhanced by Zemanta
Iklan

Keheningan


meditation

meditation (Photo credit: HaPe_Gera)

Hening, sunyi, tak ada, suara atau sepi adalah suasana yang sedikit saja orang mampu bertahan. Lebih banyak orang suka keramaian, huru-hara, keributan, teriak-teriak dan kalau bisa jangan sampai keadaan sunyi dan sepi itu ada. Memang ada yang suka dengan keheningan, tetapi jumlah mereka pertumbuhannya sangat lambat, berbeda dengan yang suka keramaian.

Keheningan sesungguhnya sangat berguna bagi kita untuk merenungkan berbagai peristiwa yang telah kita lalui. Air sungai boleh saja mengalir terus, tetapi kehidupan kita tidak boleh mengalir, tanpa adanya permenungan dan pemaknaan. Sebab, tanpa refleksi diri, kita akan mudah jatuh dan jatuh lagi pada hal yang sama.

Mungkin lebih baik, kalau kita mulai mempromosikan KEHENINGAN ini ke setiap orang yang kita jumpai. Yakni dengan kita sendiri mencoba dan berani mengalami keheningan. Tidak hanya suasana di luar diri kita, tetapi terlebih di dalam hati kita.

Saint Catherine's Monastery, Sinai, Egypt Türk...

Saint Catherine’s Monastery, Sinai, Egypt Türkçe: Aziz Katerina Manastırı, Sina, Mısır Français : Le monastère Sainte-Catherine, monastère orthodoxe situé sur les pentes du mont Sainte-Catherine, dans le sud de la péninsule du Sinaï, en Égypte. (Photo credit: Wikipedia)

Enhanced by Zemanta

Twitter Terbaru

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: