Jalan Spiritual untuk Pelestarian Lingkungan Hidup


The Earth seen from Apollo 17.

The Earth seen from Apollo 17. (Photo credit: Wikipedia)

Panggilan Karmel kepada kontemplasi adalah perjalanan spiritual yang dapat membawa kita kepada kedewasaan diri dan menata kembali keinginan manusiawi kita. Perjalanan ini membawa kesembuhan bagi diri kita sendiri maupun kepada bumi kita. Kita perlu meninggalkan keyakinan kita bahwa kepuasan hanya dapat diperoleh melalui mengumpulkan barang-barang material. Dengan demikian kita akan mampu untuk membebaskan bumi kita dari kewajibannya untuk memuaskan keinginan kita untuk mendapatkan lebih dan lebih lagi. Hal ini tentu tidak mudah karena kita pertama-tama perlu mengakui bahwa keinginan kita tidak akan dapat dipenuhi oleh materi. Apabila kita mau membuka diri untuk mengalami kasih Allah, kita akan terbantu untuk kembali ke gaya hidup yang sederhana. Kita perlu belajar bahwa keinginan tidak selalu harus dipuaskan.

Jalan kontemplasi akan mengubah diri kita melalui doa, komunitas dan pelayanan. Kesembuhan tidak hanya akan dialami oleh diri kita, tetapi juga oleh komunitas dan bumi kita. Jalan ini akan membantu kita untuk memahami bahwa:

  • Hanya beberapa hal yang benar-benar penting untuk kehidupan kita.
  • Sedikit seringkali sudah cukup.
  • Ketidakpuasan adalah bagian dari kehidupan.
  • Keinginan dan aspirasi manusia sifatnya tak terbatas karena mereka ada hanya untuk dipuaskan oleh Allah sendiri.

Apabila kita enggan mengatur keinginan tak terbatas kita, kita pasti akan mengalami kehancuran. Benacana ekologi tampaknya tidak akan terelakkan apabila kita terus menutup mata akan dimensi ilahi dari realitas ini. Kinilah saatnya bagi kita untuk berkontemplasi: kita menyadari bahwa semua keinginan kita sebenarnya adalah perwujudan dari keinginan kita yang mendalam akan Allah.

Dalam tatanan masyarakat, kita perlu mengakui bahwa tindakan lokal kita memiliki dampak global. Oleh karena itu kita perlu segera mengubah pola hidup kita. Kita harus mengembangkan tata ekonomi baru yang dilandaskan pada apa yang sungguh kita butuhkan, dan bukannya sekedar memenuhi keinginan kita yang tak terbatas. Kita juga harus membantu sesama kita agar sadar akan perlunya mempertahankan kualitas hidup seluruh ciptaan karena Allah telah mendandani semua orang dan segala sesuatu dengan keindahan yang mencerminkan keindahan Sang Pencipta.

Sumber: carmelitengo.org

Enhanced by Zemanta
Iklan

Hari Raya St. Perawan Maria dari Gunung Karmel


          Kemuliaan Gunung Karmel dimeriahkan oleh hadirnya Sang Perawan Suci yang dipuji dan dihormati oleh para pertapa yang mengasihinya. Bunda Maria telah hadir di hati para pertapa sejak sebelum mereka menginjakkan kaki Gunung Karmel. Maka mereka mendirikan satu kapela di tengah-tengah pondok mereka dan dipersembahkan kepada perlindungan Bunda Maria, Ibu dan Saudari para karmelit.

Perayaan St. Perawan Maria dari Gunung Karmel sendiri baru berkembang pada abad 14, yakni 2 abad sesudah para pertapa di dekat sumber Elia diresmikan sebagai Ordo Karmel. Pesta ini mula-mula berkembang di Inggris, kemudian menyebar ke berbagai daerah. Selanjutnya, pada abad 17-lah Hari Raya ini diresmikan sebagai Perayaan Utama dalam Ordo Karmel.

Sangat menarik bahwa Paus Paulus V mengatakan saat itu bahwa perayaan ini adalah pula perayaan Persaudaraan Skapulir. Patut menjadi sorotan,  skapulir coklat atau Skapulir Karmel yang juga dikenakan selalu oleh Beato Yohanes Paulus II, merupakan tanda perlindungan dan doa-doa suci Bunda Maria dari Gunung Karmel bagi yang mengenakannya. Selain itu tanda bahwa mereka yang memakainya hendak meneladan cinta dan bakti Bunda Maria kepada Allah, yakni merenungkan dan melaksnakan Sabda-Nya. Sebagaimana Yesus, putera-Nya juga melaksanakan Kehendak Bapa-Nya.

Maka, bagi kita yang mengasihinya, Bunda Maria bukan saja patut untuk dihormati tetapi diteladani. Oleh karena itulah, dikatakan dalam Spiritualitas Karmel, Bunda Maria adalah tokoh inspirator disamping Nabi Elia, sang pertapa dan nabi yang berani.

Twitter Terbaru

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: