15 Mei Hari Doa Internasional untuk Keluarga


GLASGOW, SCOTLAND - MARCH 09:  Asylum seekers ...

Berikut adalah Doa bagi Keluarga di Hari Doa Internasional untuk Keluarga. Ini terjemahan dari Komisi Internasional JPIC beberapa kongregasi di Roma yang saya peroleh dari email Romo Albertus Herwanto O.Carm.

HARI DOA SEDUNIA BAGI KELUARGA
15 Mei 2012

PENGANTAR
Doa ini disusun untuk membantu keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas dalam merayakan “Hari Internasional Bagi Keluarga” yang diadakan pada tanggal 15 Mei setiap tahun. Hari Internasional Bagi Keluarga ini diresmikan oleh Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 1993 dan mencerminkan pentingnya komunitas internasional memperhatikan keluarga-keluarga. Hari internasional ini menyediakan kesempatan untuk mempromosikan kesadaran akan masalah-masalah keluarga dan meningkatkan pengetahuan/pemahaman tentang proses sosial, ekonomi, dan demografi yang memengaruhi keluarga-keluarga. Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan berterima kasih kepada para Suster dari Keluarga Kudus Bordeaux (SFB) yang telah menyusun dan mempersembahkan doa ini.

Ini merupakan doa reflektif yang disertai tindakan simbolis. Gunakanlah doa ini dengan tenang, menggunakan back-ground musik. Jika memungkinkan duduklah dalam bentuk lingkaran (spiral). Siapkan 9 lilin untuk dinyalakan selama refleksi berlangsung.

Awalilah doa ini dengan saat hening untuk merefleksikan kata “KELUARGA”

lilin

Nyalakan lilin pertama dan tempatkanlah di tengah-tengah spiral yang semuanya terpusat pada Allah – Renungan tentang:
Allah sebagai KELUARGA, relasi, Pemberi Hidup, dan Kasih Abadi (pausa: hening sejenak)
Doa: Allah dari Kehidupan dan Kasih, sejak kekal Sabda-Mu telah diperdengarkan. Engkau yang menjadi wahana di mana kami hidup, bergerak, dan berada; bukalah diri kami bagi suara-Mu yang ada di dalam lubuk jiwa kami, suara-Mu berada di dalam dan melampaui karya ciptaan-Mu yang sangat besar dan mengagumkan; bukalah diri kami terhadap misteri tentang menjadi keluarga bersama dan dalam Dikau.

Lilin 2. Renungan tentang:
Keluarga universal, anugerah dari kasih Allah yang mencipta – miliaran galaksi, planet, bintang-bintang; proses pembentukan mereka yang berlangsung secara mengagumkan selama miliaran tahun; anugerah dari terang dan gelap, hidup dan mati yang membuat alam semesta tetap ada. (pausa: hening sejenak)
Doa: Kami memuji dan memuliakan Dikau, ya Allah karena alam semesta yang mengagumkan, letusan-letusan, goncangan, gerakan-gerakan, dan keseimbangan yang sempurna; karena “karya tangan-Mu”.

Lilin 3. Renungan tentang:
Keluarga galaksi yang terdiri dari miliaran bintang-bintang, planet-planet nan bercahaya dan matahari, bulan, dan rumah kita Ibu Pertiwi. (pausa: hening sejenak)
Doa: Kami mengucap syukur kepada-Mu yang Allah Mahakasih karena menempatkan bumi di dalam alam semesta yang begitu besar dan karena jaringan relasi yang menopang kehidupan di muka bumi. Bukalah diri kami terhadap misteri dari segala yang ada.

Lilin 4. Renungan tentang:
Keluarga Bumi yang telah melewati proses begitu panjang dalam banyak tahap perkembangan dan tantangan – organisme mungil di dalam lautan yang membuka segala kemungkinan baru; jutaan species hewan dan tanaman dan setelah suatu proses yang panjang dan penuh kasih, menciptakan kita umat manusia. (pausa: hening sejenak)
Doa: Biarlah semua yang hidup dan bernafas memuji dan memuliakan Dikau. Betapa mengagumkan karya-Mu, ya Allah Kehidupan! Semoga rasa hormat kami satu terhadap yang lain membimbing kami untuk menikmati sukacita dalam perbedaan-perbedaan dan merayakan kesatuan dan kebersamaan kami.

Lilin 5: Renungan tentang:
Keluarga manusiawi yang dilengkapi dengan kesadaran, kemampuan memilih, mengagumi, dan merayakan kehidupan bersama dengan segala yang ada. Dari keluarga ini penyelamat kami, Yesus, Putera-Mu, datang dan menjadi bagian dari keluarga kecil di antara umat manusia yang berjuang, menunjukkan kepada kami bagaimana hidup secara berbeda sebagai satu keluarga manusiawi, mendengarkan keluarga dari kodrat dan dari hati Allah. (pausa: hening sejenak)
Doa: Allah yang penuh belas kasih dan kesabaran, kesadaran manusiawi kami adalah anugerah-Mu. Banyak pilihan dan keputusan yang kami ambil tidak menghargai kesucian dan kerapuhan dari kehidupan yang kami jalani bersama segala yang hidup. Bukalah diri kami terhadap jalan hidup dan kasih yang Yesus hayati dan melalu Roh yang tinggal dan berada di antara kami.

Lilin 6. Renungan tentang:
Keluarga dari semua orang Kristen yang tersebar di seluruh dunia sebagai gereja, yang dipanggil untuk hidup dalam terang Kristus, merayakan kasih Allah yang tanpa syarat dan merangkul semua orang dengan hidup sebagai saudara/saudari, dengan menghormati dan mengasihi semua orang. (pausa: hening sejenak)
Bacaan: Mrk 3:31 -35
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya:”Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Jwab Yesus kepada mereka:”Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata:”Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”
(Membagi refleksi)
Doa: Kehidupan kami sebagai orang Kristen selama lebih dari 20 abad telah sering menyebabkan sakit dan penderitaan dalam dunia. Oh Allah Mahapemberi yang demikian jelas menjelma dalam pribadi Yesus, bimbinglah kami untuk dapat melihat secara lebih terang kedalaman pesan-Nya dan menghidupi secara lebih radikal kasih yang menyembuhkan dan membebaskan. Biarlah kami hidup bersatu dengan mereka yang beriman dan tidak beriman, dalam kata-kata dan tindakan kami sebagai pemberian bagi dunia yang terluka.

Bahasa Melayu: Keluarga suku Bateq sedang berehat

Lilin 7. Renungan tentang:
Keluarga, leluhur, dan semua saudara kandungmu sendiri, banyak jalan telah ditempuh dan anggota keluarga telah lahir; relasi telah dibangun dan juga ada yang terputus; keluarga telah tumbuh dan membentuk keluarga-keluarga dan komunitas baru. (pausa: hening sejenak)
Doa: Allah Mahakasih, kami merayakan dengan penuh syukur dan menyambut semua kasih dan pemberian, semua penderitaan dan perubahan, yang mati dan hidup baru yang menjadi bagian dari sistem keluarga. Kami rangkul dalam pelukan lembut mesra dan penuh kasih mereka yang terpaksa tercerai berai karena perang dan kemiskinan, mereka yang berpisah, terlukai oleh salah paham dan kurangnya sikap mengampuni.

Lilin 8. Renungan tentang:
Orangtua dan anak-anak dan tantangan-tantangan yang merupakan kenyataan bagi keluarga-keluarga saat ini, kasih yang memungkinkan pemberian diri dan pengorbanan yang terus menerus sehingga suatu generasi baru dapat memiliki hidup dan mempunyainya secara adil, bebas, dan aman. (pausa: hening sejenak)
Doa: Allah Bapa-Ibu kami, masa depan kami sebagai keluarga berada dalam kasih-Mu yang selalu mencipta. Masa depan itu juga bergantung pada cara kami menghayati kasih dalam tindakan-tindakan yang amat sederhana, juga dalam pilihan-pilihan yang mempengaruhi kehidupan kami sebagai warga umat manusia dan keluarga di muka bumi. Bukalah diri kami terhadap kebijksanaan dan cahaya-Mu dan semoga kami belajar dari kehidupan-Mu yang selalu memberi tanpa syarat untuk menjadi KELUARGA.

Lilin 9.
Doa syukur dan permohonan spontan atau sharing atas refleksi di atas.
Kesimpulan: suatu bentuk refleksi (seperti di bawah ini atau refleksi lain) tentang doa keluarga yang Yesus ajarkan:
Bapa dan Ibu kami, dimuliakanlah nama dan kehadiran-Mu dalam segala yang hidup, datanglah kerajaan-Mu. Semoga kami hidup dalam semangat saling membantu satu sama lain demi membela semua, sadar dan peduli satu sama lain dalam keluarga seluruh bumi dan umat manusia. Ampunilah kami karena pilihan-pilihan egois yang telah kami ambil dan bantulah kami mengampuni diri kami dan mereka yang pilihan-pilihan egoisnya telah mempengaruhi kehidupan begitu banyak orang dalam rumah kami, Ibu Pertiwi. Buatlah hidup kami sesuai dengan hidup dan kasih-Mu dan buatlah kami kokoh kuat dalam menjadi keluarga. Amin.

Enhanced by Zemanta
Iklan

Kunjungan


Dalam Luk 19:1-10 diceritakan bagaimana Yesus berkunjung ke rumah Zakeus. Rasanya, peristiwa itu mengingatkan kunjungan seseorang yang begitu penting dan terhormat. Misalnya pejabat pemerintah yang hendak mengunjungi desa atau kota tempat tinggal kita. Mungkin ini kenangan, yakni saat Presiden Kedua Negara kita, Bapak Suharto, rasanya segala sesuatu sungguh dipersiapkan dengan baik. Warga diminta memperbaiki dan mengecat pagar rumahnya, demikian juga pemerintah daerah memperbaiki jalan yang akan dilalui, makanan atau kerajinan khas pun disiapkan, orang-orang yang nantinya akan bertatap muka sekaligus berwawancara juga disiapkan dengan baik. Yach… memang berbeda dengan kunjungan para pejabat sekarang, ketika hendak kunjungan untuk meresmikan suatu proyek tertentu, justru mereka itu harus menghadapi berbagai demonstrasi atau pengunjuk rasa atas ketidakpuasan. Kedatangan para pejabat sekarang menuai protes. Lihat saja dengan adanya berita akan terjadinya kenaikan harga BBM yang katanya awal April 2012 nanti, demonstrasi juga diskusi-diskusi demi penolakan BBM pun marak terjadi di mana-mana.

Meskipun demikian, KUNJUNGAN seorang pejabat tinggi atau yang dihormati dan disegani rasanya masih ditunggu dan dirindukan oleh warga. Juga hal ini terjadi di kalangan kaum beriman, umat yang mengasihi Pastor, Gembalanya.

Di Masa Prapaskah ini, beberapa paroki mengadakan rekoleksi wilayah/lingkungan. Baru-baru ini, saya datang ke Paroki St. Yusup – Jember, Keuskupan Malang, Jawa Timur. Di sana diadakan rekoleksi umat yang dihadiri warga satu wilayah/stasi. Bukan pertama-tama soal pengajarannya, melainkan kerinduan berjumpa dengan gembalanya yang terobati. Saat itulah umat dapat bertanya tentang berbagai kebijakan di parokinya, demikian juga Pastor menyampaikan apa yang mesti dilakukan untuk membina kerukunan dan kehidupan beriman. Rekoleksi umat menjadi kesempatan kunjungan Pastor bagi umatnya. Karena jumlah umat yang lebih banyak, model ini lalu dipilih dalam kesempatan masa prapaskah ini.

Mungkin sebagian umat yang sudah lanjut mengenang pengalaman dari jaman pastor misi (Belanda/Jerman dsb), di mana mereka rajin mengunjungi umatnya. Hal ini bisa dilakukan para pastor di jaman dulu, karena jumlah umat belum sebanyak sekarang juga umat selalu siap untuk dikunjungi. Berbeda dengan sekarang, rasanya umat juga sibuk bahkan mengatakan “tunggu dulu” atau belum siap dikunjungi, karena pekerjaan atau kepentingan keluarga yang membuat mereka sulit memenuhi kerinduan mereka sendiri. Ini mungkin saja terjadi di banyak paroki yang berada di kota-kota besar.

Kunjungan pun kini tidak hanya terjadi dalam tatap muka. Para pastor sekarang sudah banyak yang masuk di dunia multimedia dan internet. Sehingga, kunjungan dapat dilakukan di Facebook, Twitter, website, blog, dsb. Bahkan ada yang suka mengirimkan renungan hariannya dalam bentuk sms.

Meskipun demikian, kunjungan seperti yang dialami oleh Zakeus itu masih dirindukan oleh umat, juga dirindukan oleh pastor. Banyak pastor juga rindu untuk mengunjungi umatnya. Hanya mungkin perlu belajar menggunakan komunikasi yang baik, supaya terjadi kesepakatan waktu, juga bagi umat yang akan dikunjungi dapat mempersiapkan diri. Kecuali, ada pastor yang suka memberi surprise, yang membuat umat tergopoh-gopoh dan bingung mesti menyajikan apa buat pastor yang datang ke rumahnya. Yaccch… semoga juga semakin banyak pastor yang merelakan waktunya untuk berjalan-jalan seperti Yesus, mengunjungi semua umatnya, tanpa terkecuali.

Twitter Terbaru

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: