Hari Raya St. Perawan Maria dari Gunung Karmel


          Kemuliaan Gunung Karmel dimeriahkan oleh hadirnya Sang Perawan Suci yang dipuji dan dihormati oleh para pertapa yang mengasihinya. Bunda Maria telah hadir di hati para pertapa sejak sebelum mereka menginjakkan kaki Gunung Karmel. Maka mereka mendirikan satu kapela di tengah-tengah pondok mereka dan dipersembahkan kepada perlindungan Bunda Maria, Ibu dan Saudari para karmelit.

Perayaan St. Perawan Maria dari Gunung Karmel sendiri baru berkembang pada abad 14, yakni 2 abad sesudah para pertapa di dekat sumber Elia diresmikan sebagai Ordo Karmel. Pesta ini mula-mula berkembang di Inggris, kemudian menyebar ke berbagai daerah. Selanjutnya, pada abad 17-lah Hari Raya ini diresmikan sebagai Perayaan Utama dalam Ordo Karmel.

Sangat menarik bahwa Paus Paulus V mengatakan saat itu bahwa perayaan ini adalah pula perayaan Persaudaraan Skapulir. Patut menjadi sorotan,  skapulir coklat atau Skapulir Karmel yang juga dikenakan selalu oleh Beato Yohanes Paulus II, merupakan tanda perlindungan dan doa-doa suci Bunda Maria dari Gunung Karmel bagi yang mengenakannya. Selain itu tanda bahwa mereka yang memakainya hendak meneladan cinta dan bakti Bunda Maria kepada Allah, yakni merenungkan dan melaksnakan Sabda-Nya. Sebagaimana Yesus, putera-Nya juga melaksanakan Kehendak Bapa-Nya.

Maka, bagi kita yang mengasihinya, Bunda Maria bukan saja patut untuk dihormati tetapi diteladani. Oleh karena itulah, dikatakan dalam Spiritualitas Karmel, Bunda Maria adalah tokoh inspirator disamping Nabi Elia, sang pertapa dan nabi yang berani.

Iklan

Twitter Terbaru

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: