Retret / Rekoleksi saat Prapaskah


Salib abu di dahi sebagai lambang pertobatan y...

Salib abu di dahi sebagai lambang pertobatan yang diterima pada hari Rabu Abu mengawali masa Prapaskah. (Photo credit: Wikipedia)

Indah dan sungguh indah. Ini yang saya bayangkan tatkala menyaksikan dan melihat serta turut mengalami dalam retret ataupun rekoleksi di masa Prapaskah. Indahnya terletak karena kita dibawa kepada suatau pertobatan sejati. Pertobatan yang terjadi karena perjumpaan kasih mesra dengan Allah. Dia yang mengasihi lewat Putera-Nya, Yesus Kristus, Tuhan benar-benar dapat dialami dalam retret dan rekoleksi itu.

Demikianlah, kadang kita lebih mudah memberi arti bahwa pertobatan itu merupakan perubahan dari yang tidak baik menjadi baik atau yang baik menjadi lebih baik. Kalau sekedar itu, maka pertobatan itu tak jauh beda dengan lainnya. Kita beriman dan percaya kepada Kristus Yesus, Putera Allah yang rela menderita sengsara, wafat disalib dan bangkit mulia. Maka adalah lebih baik dan tepat, jika pertobatan kita itu karena pengalaman perjumpaan kita dengan-Nya. Karena begitu besar kasih-Nya kepada kita, demikian pulalah kita hendak mengasihi-Nya lebih dalam lagi.

Retret atau rekoleksi membantu kita mengalami kasih Allah itu. Sehingga, bila retret dan rekoleksi dilaksanakan pada masa Prapaskah, sungguh merupakan saat yang indah dan sungguh indah.

GBU.

Enhanced by Zemanta
Iklan

Hari Raya St. Perawan Maria dari Gunung Karmel


          Kemuliaan Gunung Karmel dimeriahkan oleh hadirnya Sang Perawan Suci yang dipuji dan dihormati oleh para pertapa yang mengasihinya. Bunda Maria telah hadir di hati para pertapa sejak sebelum mereka menginjakkan kaki Gunung Karmel. Maka mereka mendirikan satu kapela di tengah-tengah pondok mereka dan dipersembahkan kepada perlindungan Bunda Maria, Ibu dan Saudari para karmelit.

Perayaan St. Perawan Maria dari Gunung Karmel sendiri baru berkembang pada abad 14, yakni 2 abad sesudah para pertapa di dekat sumber Elia diresmikan sebagai Ordo Karmel. Pesta ini mula-mula berkembang di Inggris, kemudian menyebar ke berbagai daerah. Selanjutnya, pada abad 17-lah Hari Raya ini diresmikan sebagai Perayaan Utama dalam Ordo Karmel.

Sangat menarik bahwa Paus Paulus V mengatakan saat itu bahwa perayaan ini adalah pula perayaan Persaudaraan Skapulir. Patut menjadi sorotan,  skapulir coklat atau Skapulir Karmel yang juga dikenakan selalu oleh Beato Yohanes Paulus II, merupakan tanda perlindungan dan doa-doa suci Bunda Maria dari Gunung Karmel bagi yang mengenakannya. Selain itu tanda bahwa mereka yang memakainya hendak meneladan cinta dan bakti Bunda Maria kepada Allah, yakni merenungkan dan melaksnakan Sabda-Nya. Sebagaimana Yesus, putera-Nya juga melaksanakan Kehendak Bapa-Nya.

Maka, bagi kita yang mengasihinya, Bunda Maria bukan saja patut untuk dihormati tetapi diteladani. Oleh karena itulah, dikatakan dalam Spiritualitas Karmel, Bunda Maria adalah tokoh inspirator disamping Nabi Elia, sang pertapa dan nabi yang berani.

Roh Kudus, Roh Kebenaran


English: Derivative work. Original image was t...

English: Derivative work. Original image was taken by bobsh_t Flickr user. (Photo credit: Wikipedia)

Hari ini adalah hari pertama Novena Pentakosta. Kita semua memohon Roh Kudus agar menganugerahkan karunia-Nya kepada kita. Karunia itu sangat berguna bagi kita. Ada 7 karunia Roh Kudus. Kita tinggal memohonkannya. Apa sajakah ke-tujuh karunia itu?

Enhanced by Zemanta

Twitter Terbaru

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: