Karmelit: Pertapa atau Pendoa?


El Karmel, Haifa

El Karmel, Haifa (Photo credit: Ioreth_ni_Balor)

Kalau ada pertanyaan dengan kata penghubung “atau” biasanya kita membuat jawaban “Ya, kedua-duanya”. Hahaha.., itu jugalah jawaban untuk pertanyaan tersebut. Akan tetapi, karmelit jaman ini sudah mengalami perubahan. Kapan berubahnya? Kiranya sudah sangat lama. Bahkan sejak para karmelit pertama hengkang dari Gunung Karmel dan tinggal di daratan Eropa. Berubah dari apa? Dari seorang pertapa menjadi seorang pendoa. Maka, kini seorang karmelit memilih bentuk kehidupan pertama-tama sebagai pendoa. Bila ada di antara mereka yang tertarik hidup bertapa, seorang karmelit barulah disebut pertapa.

Nah, pertanyaannya lalu: “Apa itu hidup sebagai pertapa?” dan “Apa itu hidup sebagai pendoa?”

1. Hidup sebagai pertapa. Bapa inspirator para karmelit adalah Nabi Elia, Sang Pertapa. Nabi Elia tinggal bertapa di Gunung Karmel. Oleh karena itu, seorang karmelit adalah seorang pertapa. Seorang pertapa akan tinggal di pertapaan. Seorang pertapa yang berada di luar pertapaan disebut sedang turun gunung dan itu hanya sementara sifatnya, sedangkan yang tetap adalah di pertapaannya. Di dalam pertapaan inilah seorang pertapa memiliki kehidupan yang unik, baik dari segi situasi, aturan, atau acaranya (punya dinamika hidup yang kadang bisa disebut ‘aneh’). Mereka hidup sepenuhnya di hadirat Tuhan, seperti halnya Nabi Elia. Dikatakan unik, juga karena mungkin sungguh berbeda dari hidup membiara seperti sekarang yang kadang disibukkan dengan berbagai bentuk pelayanan baik pastoral parokial maupun kategorial. Unik,  apalagi karena jauh dari cara hidup pada umumnya. Mau tahu seperti apa kehidupan seorang pertapa lebih dekat dan lebih mendalam? Hidup seorang pertapa disebut hidup monastik. Ah, kapan-kapan saya jelaskan secara sederhana. Untuk sementara, silakan kunjungi blog ini dulu ya.

2. Hidup sebagai pendoa. Bunda Maria adalah seorang pendoa. Ia mendengarkan Sabda dan melaksanakan

Chile

Chile (Photo credit: Wikipedia)

kehendak Allah. Bagi seorang karmelit, Bunda Maria adalah juga Saudari dan inspiratornya. Oleh karena meneladan hidup Maria, seorang karmelit sebagai seorang pendoa juga. Salah satunya bahwa seorang pendoa tidak harus berada di tempat tertentu. Ini yang sedikit membedakan dengan pertapa. Seorang pendoa dapat berada dimanapun, kapanpun dan kemanapun dia pergi. Karena seorang pendoa tidak hanya berdoa tetapi melaksankan kehendak dan rencana Allah. Maka, seorang karmelit sekarang lebih suka dan tepat disebut sebagai pendoa, bukan pertapa. Meskipun tidak menutup kemungkinan ada seorang karmelit yang menjadi pertapa. Dengan menjadi pendoa, seorang karmelit tetap bisa melakukan berbagai bentuk pelayanan dan doa menjadi dasar dari seluruh tugas karyanya. Sehingga, bukan ora et labora tetapi ora in labora. Betapapun sibuknya, seorang karmelit tidak meninggalkan hidup doanya. Justru bekerja sebagai bagian dari hidup doanya. Maka, bila kita ingin mengetahui sejauh mana hidup doa mereka, kita dapat memeriksa bagaimana mereka bekerja. Entah tentang kerjasamanya (persaudaraan), kualitasnya dan motivasinya dapat kita periksa dan amati. Sebagai pendoa, seorang karmelit dengan sendirinya akan meluangkan banyak waktu untuk berdoa bersama (berkomunitas), disamping doa pribadi. Oleh karena itulah, dalam Regula (=Aturan Dasar Karmel) dikatakan bahwa kapel/ruang doa berada di tengah-tengah dari pondok-pondoknya. Sehingga, doa dan Ekaristi menjadi pusat dan sumber dari hidup mereka. Lebih lanjut tentang karmelit sebagai pendoa dapat disimak dalam blog ini atau dapat dibaca di buku ini atau buku ini.

Enhanced by Zemanta
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Twitter Terbaru

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: